jump to navigation

Dan Ruku’lah Bersama Orang-Orang Yang Ruku’ March 16, 2008

Posted by puji in Islamic.
trackback

Sesungguhnya seluruh syariat Islam tidaklah membawa kecuali kebaikan. Tidak ada kebaikan kecuali telah Allah dan Rasul-Nya perintahkan, dan tidak ada kejelekan kecuali telah Allah dan Rasul-Nya peringatkan untuk dijauhi.

Salah satu syariat yang sangat mulia adalah Shalat berjamaah bagi laki-laki. Banyak dari kalangan muslimin yang menyianyiakan syariat yang mulia ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah kita semua agar bersemangat dalam shalat berjamaah.

Saudaraku…,Siapa yang memerintahkan kita shalat berjamaah?
Allah telah memerintahkan untuk shalat secara berjamaah sebagaimana firman-Nya

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku (Al-Baqarah: 43)

Syaikh Muhammad Nashir As-Sa’di ketika menafsirkan ayat diatas, beliau berkata
“Perkataan Allah yang artinya, “Ruku’lah bersama orang-orang yang ruku”, maksudnya adalah shalatlah bersama-sama orang yang shalat. Dalam ayat ini terkandung perintah untuk shalat berjama’ah dan perintah ini menunjukkan kewajibannya” (Taisir Karimirrahman fii Tafsiiril Kalamil Mannan)

Ditempat lain, Allah menjelaskan tata cara shalat berjamaah ketika dalam kondisi siaga dalam peperangan. Allah ta’ala berfirman

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاَةَ فَلْتَقُمْ طَآئِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُواْ أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُواْ فَلْيَكُونُواْ مِن وَرَآئِكُمْ وَلْتَأْتِ طَآئِفَةٌ أُخْرَى لَمْ يُصَلُّواْ فَلْيُصَلُّواْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُواْ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن تَضَعُواْ أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُواْ حِذْرَكُمْ إِنَّ اللّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu” (An-Nisaa: 102)

Syaikh Muhammad Nashir As-Sa’di ketika menafsirkan ayat diatas, beliau berkata: “Ayat ini menunjukkan bahwasanya shalat berjamaah fardhu ‘ain, hal ini dapat dilihat dari 2 segi:

Pertama:
Allah ta’ala memerintahkannya dalam keadaan yang berat (yakni waktu perang), dan waktu berat ini karena sedang menghadapi musuh dan berjaga-jaga dari kemungkinan penyerangan terhadap mereka. Jika Allah mewajibkan keadaan yang berat, maka kewajiban pada keadaan tenang dan aman adalah lebih wajib lagi.

Kedua:
Bahwasanya orang yang shalat dalam shalat khouf meninggalkan banyak dari syarat-syarat dan kewajiban shalat dan diperbolehkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang membatalkan shalat jika shalatnya dalam keadaan aman. Oleh karenanya, hal ini menunjukkan penguatan akan wajibnya shalat berjamaah, oleh karena itu, tidak ada pertentangan antara wajib dan mustahabnya, jika seandainya tidak karena adanya kewajiban (sholat) jamaah ini, maka tidaklah ditinggalkan perkara-perkara wajib ini (gerakan-gerakan shalat kondisi normal) dikarenakan untuk menjaga shalat berjamaah ” (Taisir Karimirrahman fii Tafsiiril Kalamil Mannan)

Rasulullah saw sebagai manusia yang diutus untuk menjelaskan syariat-Nya, beliau bahkan mengancam akan membakar rumah-rumah kaum muslimin yang ketika diserukan adzan akan tetapi tidak memenuhi panggilan tersebut, Beliau bersabda

لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلاً فيؤم الناس ثم أنطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة في الجماعة فأحرق بيوتهم عليهم بالنار

“Aku telah berniat untuk memerintahkan agar (didirikan) shalat, kemudian diiqomati. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami shalat berjamaah. Kemudian aku pergi bersama sekelompok orang, mereka membawa kayu bakar menuju rumah orang-orang yang tidak melaksanakan shalat berjamaah, lalu aku akan bakar rumah beserta mereka dengan api itu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mungkinkah Rasulullah mengancam akan membakar rumah orang yang tidak shalat berjamaah seandainya hukum shalat berjamaah hanya fardhu kifayah atau sunnah saja? Ancaman ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah hukumnya adalah fardhu ‘ain.

Dari keterangan-keterangan di atas, tidak diragukan lagi bahwa shalat berjamaah ketika diserukan adzan adalah fardhu ‘ain bagi laki-laki, kecuali adanya udzur syar’i. Adapun muslimah yang lebih utama adalah shalat di rumah-bukan di masjid.

Pantaskah kita enggan memenuhi panggilan adzan sementara Allah dan Rasul-Nya telah mewajibkan kepada kita? Allah telah menciptakan kita, yang semula tidak ada menjadi ada, yang telah memberikan nikmat kesehatan kepada kita sementara banyak orang terbaring di rumah sakit, pantaskah kita untuk tidak bersukur kepada-Nya dengan mengabaikan perintah-perintah-Nya?

Seandainya ada orang yang memberikan uang kepada kita barang 1 juta, niscaya kita akan berterimakasih berkali-kali, mana rasa sukur kita terhadap nikmat Allah yang begitu banyak? Mana..? Seandainya kita shalat sendiri di rumah-rumah kita, itu belumlah dikatakan bersukur karena Allah meminta kita untuk shalat berjamaah di masjid.

Keutamaan Shalat Berjamaah
Keutamaan shalat berjamaah sangatlah banyak, banyaknya pahala yang dijanjikan diantaranya: Pahala dilipatgandakan 27 derajat, langkah kaki ketika menuju masjid menghapus dosa dan meningkatkan derajat, dan lain sebagainya

Adapun hikmah shalat berjamaah sangatlah banyak, meningkatkan rasa persatuan sesama muslim, persaudaraan, kepekaan sosial karena senantiasa bertemu dan lain sebagainya.

Ancaman Bagi Yang Tidak Shalat Berjamaah
Allah telah mengancam dengan ancaman yang sangat mengerikan, yakni orang yang tidak shalat berjamaah tidak akan dapat bersujud ketika kaum mukminin diperintahkan sujud di akhirat kelak. Allah berfirman

يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ * خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sehat” (Al-Qalam: 42-43)

Ka’abul Ahbar berkata, “Demi Allah, ayat ini tidaklah diturunkan kecuali kepada orang-orang yang meninggalkan shalat berjamaah. Adakah ancaman yang lebih dahsyat dari pada ancaman di atas bagi orang yang meninggalkan shalat berjamaah padahal ia mampu melaksanakannya?” (Al-Kabair)

Said bin Musayyib, imamnya para Tabi’in berkata tentang ayat ini, “Mereka mendengar ‘hayya ‘alas sholah hayya ‘alal falah’ namun mereka tidak mendatanginya padahal mereka sehat” (Al-Kabair)

Semoga Allah senantiasa meringankan langkah kita ke masjid ketika dipanggil dengan seruan “Hayya ‘alash shalah….”

Referensi
[1]. Tafsir Al-Quran, Taisir Karimir Rahman fii Tafsiril Kalamil Mannan karya Syaikh As-Sa’di. http://saaid.net/book/open.php?cat=2&book=276
[2]. Al-Kabair karya Imam Adzahabi.

 

Comments»

1. Hamba Munfarid - December 16, 2015

Assalamualaikum wr.wb

Benarkah demikian saudaraku???? Siapakah yang menjamin bahwa orang yang shalat secara berjamaah di masjid itu adalah orang yang shalatnya diterima oleh Allah SWT, bahwa ia yang shalatnya khusyuk, tertib gerakannya serta tartil bacaannya????!!! Lalu, apakah orang yang lebih memilih untuk shalat di rumahnya yang bahkan ia kerjakan secara munfarid, dengan alasan karena agar shalatnya jauh lebih khusyuk, hening, jauh dari kebisingan suara orang dan kendaraan yang lalu lalang, itu adalah shalat yang diharamkan dan hanya menghasilkan ancaman yang saudara sebutkan diatas tadi????! Sedemikian kah Allah akan memberlakukan ke-Maha Adilan NYA di hadapan para hamba NYA di Padang Mahsyar kelak??!!! mohon untuk direnungkan saudaraku, berhati-hatilah dalam menafsirkan isi dari ayat ayat Al Qur’an Yang Agung.

Wassalam….

adz - March 27, 2016

salam saudara, jika saudara tidak sukakan solat jemaah yakni syariat Islam ini saudara boleh bertukar agama lain seperti agama Hindu.

2. azs - March 25, 2016

solat berjemaah adalah suruhan Allah. kusyuk atau tidak itu adalah meupakan kelemahan manusia itu sendiri. sedangkan Nabi s.a.w. solat berjemaah, ramai makmumnya bermacam ragam seperti anak2 menagis dan bunyian seperti laungan di hadapan kaabah. tp Nabi s.a.w. tidak meremehkannya dan meneruskan sehinggalah Nabi s.a.w. wafat. kusyuk tidak semestinya merujuk kpd suasana saja tp kerana takutkan Allah sudah memadai dan dikira sbg kusyuk juga.

3. azs - March 25, 2016

adakah dgn solat bersendirian dikira khusuk ?? sedangkan manusia itu lemah. jin syaitan di sekeliling namun dgn bersendirian saja. tiada manusia pun yg solatnya lebih khusuk dari solat Nabi s.a.w. dan para sahabat. nabi s.a.w. dan sahabat sendiri pun solat berjemaah.

4. azs - March 25, 2016

adakah dgn solat bersendirian kita fikir sudah memadai utk masuk syurga ?? sedangkan solat bersendirian hanya 1 darjat saja. kita ni takkan lari dari kesilapan yg pernah dilakukan. setakat solat bersendirian tidak memadai.

5. azs - March 25, 2016

Bile bace balik majalah SOLUSI edisi 10 y menerangkan tentang kualiti solat dan puasa..aku jadi tak keruan koz mcm solat aku selame ni hampa je dari khusyuk….byk inputy baik aku dpt dr mjlh ni…berbaloi beli..n masalah khusyuk ni memang mengganggu fikiran betul…masalah bertaraf antara bangsa beb….apekename syaitan y ganggu org solat tu..hmmm…hinzab?wilhan?was was….?lupe dah…Arrrrgggghhhh…. terkejut aku bace ayat ni..masya ALLAH…rase macam nak berhenti jantung ni berdetak…korang bacelah sendiri…
Rasulullah s.a.w. sendiri tidak selalu khusyuk dalam solatnya. Dalam hadis-hadis yang sahih diterangkan bahawa Rasulullah pernah memendekkan bacaan solat ketika mendengar tangisan bayi, agar ibunya dapat segera mengurusi bayinya. Rasulullah juga pernah bergegas bangun sebaik sahaja selesai solat kerana ketika solat, baginda teringat kepingan logam berharga yang tersimpan di rumah yang masih belum disedekahkan. Para sahabat pernah mengucapkan salam ketika Rasulullah sedang solat dan baginda menjawabnya. Namun pada ketika yang lain baginda tidak pula menjawabnya. Apabila ditanya kenapa, baginda menjawab: “Dalam solat terdapat kesibukan”.
Hmmm..tulisan ni sebenarnya adalah jawapan kapten hafiz Firdaus y merupakan intelek professional y cukup meminati agama tatkala ditanya tentang masalah sukar untuk mendapat khusyuk dalam solat….mule mule aku agak sinis dalam membaca tulisan sebegitu..kerana aku rasakan macam sgt keterlaluan sahaja…namun setelah aku ikuti sambungannya maka baru aku faham…
Contoh-contoh di atas menunjukkan Rasulullah s.a.w. juga tidak selalu khusyuk dalam solatnya. Saya mengemukakan contoh-contoh di atas bukan untuk membuktikan kekurangan solat Rasulullah, tetapi bagi menerangkan bahawa adalah sesuatu yang normal jika seseorang itu tidak khusyuk dalam solatnya. Ini adalah penting kerana ramai yang diserangi sindrom “terlalu khusyuk memikirkan bagaimana nak khusyuk hingga akhirnya tidak khusyuk langsung.”
Contoh manusia yang khusyuk di dalam solat. Contoh manusia yang khusyuk ialah para sahabat. Abdullah bin ‘Umar r.a. –salah seorang sahabat Nabi yang masyhur- pernah menceritakan sentang solat para sahabat dengan katanya; “Para sahabat Nabi s.a.w. apabila mereka mengerjakan solat, mereka memberi perhatian bersungguh-sungguh kepada solat mereka, mereka menundukkan penglihatan mereka ke tempat-tempat sujud mereka dan mereka menyedari sesungguhnya Allah sedang berhadap kepada mereka, maka tidaklah mereka berpaling ke kanan dan ke kiri”.
BERSOLAT di belakang imam, iaitu secara berjemaah antara cara untuk kita melatih diri supaya khusyuk dalam mengerjakan ibadat paling utama itu.Melalui cara berjemaah, ia dapat menimbulkan rasa khusyuk pada setiap rukun. Khusyuk dalam solat adalah antara perkara yang pertama diangkat daripada umat Nabi Muhammad.Kita hendaklah merebut peluang waktu dan solat lain, selain solat fardu iaitu dengan mengerjakan segala solat sunat dan nawafil.Menunaikan solat sunat dan nawafil adalah kesempatan berharga dan peluang yang sentiasa terbuka bagi melatih diri bagaimana untuk khusyuk ketika bersolat.Dalam mendirikan solat sunat dan nawafil, hendaklah kita melatih diri dengan mengerjakannya disertai amalan memanjangkan bacaan dan berdiri dengan lebih lama.Ia dilakukan selain pada waktu yang diriwayatkan mengenai ketidakharusan memperpanjangkan bacaan seumpama bacaan dalam solat fajar.Rasulullah bersabda bermaksud: “Solat yang paling afdal adalah dengan qunut yang lama.” Diriwayatkan oleh Muslim dan selainnya makna qunut yang lama adalah berdiri dengan lama.Bersegeralah dan memanjangkan rukuk dan sujud serta perbanyakkan doa dalam sujud.Rasulullah memohon perlindungan dengan Allah daripada ketidakwujudan khusyuk dalam solat di mana Baginda bersabda bermaksud:“Wahai Allah, Sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari hati yang tidak khusyuk.” (Hadis riwayat At-Tirmidzi dan An Nisaai). Dan Rasulullah memohon perlindungan dengan Allah daripada ketidakwujudan khusyuk dalam solat di mana Baginda bersabda bermaksud:“Wahai Allah, Sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari hati yang tidak khusyuk.” (Hadis riwayat At-Tirmidzi dan An Nisaai).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: