jump to navigation

Meraih kebahagiaan hidup December 16, 2007

Posted by puji in Islamic.
trackback

Hidup bahagia adalah dambaan setiap manusia, kafir maupun muslimnya, kaya maupun miskinnya oleh karena itu manusia berusaha keras untuk mewujudkan kebahagiaan tersebut.

Ada sebagian manusia yang Allah berikan banyak kelebihan berupa harta yang melimpah, fisik yang rupawan, istri yang cantik, anak yang lucu-lucu  dan sederet kelebihan yang lain, tetapi banyak di antara mereka yang tidak merasakan kebahagiaan hidup. Konon di sebuah negeri ada seorang yang diberi banyak kelebihan, harta melimpah, rumah megah, kendaraan mewah dan seterusnya dari kelebihan-kelebihan dunia, tetapi hidupnya terasa sesak. Tidak hanya itu, bahkan rumah tangga yang diidam-idamkannya berakhir di pengadilan agama. Ternyata seluruh kekayaan yang dia miliki tidak mampu untuk membahagiakan keluarganya. Ada kisah lain dimana seorang tokoh penting di sebuah negeri, dengan seluruh fasilitas yang dia dapat, dia tidak dapat merasakan kebahagiaan, bahkan hidupnya senantiasa diliputi was-was, manusia yang paling ditakuti adalah wartawan dan orang kejaksaan, tidak hanya itu, bahkan sampai tidurpun dalam keadaan was-was.. Lalu bagaimanakah jalan untuk meraih kebahagiaan?

Kalau kita cermati lebih teliti, kisah yang diberikan di atas hanyalah kelebihan berupa kesenangan-bukan kebahagiaan. Ada perbedaan besar antara kesenangan dengan kebahagiaan, perbedaan besar yang banyak manusia tidak mengetahuinya, yakni bahwa parameter kesenangan lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat lahiriah saja, adapun kebahagiaan pada kepuasan hati, dan perlu diingat bahwa yang mampu memberikan kebahagiaan hanyalah Allah.

Allah berfirman, mengingatkan kepada kita untuk mencapai kebahagiaan hidup dan terhindar dari kegalauan hidup, Allah berfirman

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Thaahaa: 124)

Ibnu Katsier ketika menafsirkan ayat diatas, beliau berkata, “maksud dari “Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku”, yakni menyalahi perintah yang telah Aku turunkan kepada Rasul-Ku,  berpaling darinya, melupakannya dan mengambil jalan selain petujuk rasul yang telah diutus. Maksud dari “Baginya penghidupan yang sempit” yakni di dunia tidak mendapatkan ketentraman hati dan kelapangan dada bahkan dadanya sempit lantaran kesesatannya walaupun kekayaannya melimpah, mampu makan makanan semahal apapun yang dia inginkan, mampu mengenakan pakian semewah apapun yang dia inginkan, mampu mempunyai rumah semegah apapun yang dia inginkan, akan tetapi semuanya itu tidak dapat membawa kepada keyakinan dan hidayah. Dia senantiasa dalam keadaan kecemasan, kebimbangan dan keraguan” (Tafsir Ibnu Katsier)

Demikianlah saudaraku, bahwa berpaling dari agama Allah, melupakannya dan menyia-nyiakannya merupakan jalan menuju kesengsaraan hidup, dunia dan akhiratnya.

Dalam ayat lain, Allah memberikan jalan untuk meraih kebahagiaan hidup, Allah berfirman

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآَبٍ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (Ar Ra’d:28-29)

Ya, kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah dengan berpegang teguh dengan agama yang Allah ajarkan melalui Rasul-Nya shalallahu’alaihi wa sallam, adapun menyia-nyiakan, melupakan dan berpaling dari agama Allah adalah jalan menuju kesengsaraan hidup.  Semoga Allah memudahkan jalan untuk menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, amiin.

Comments»

1. ahmed - July 28, 2008

Saya suka dengan artikel ini. bagus. btw salam kenal. gw ahmed

2. merly - August 1, 2008

Wahhh… benar2 menggugah hati…, kebetulan hatiku lagi galau banget, thanks yah…

3. achank - January 15, 2009

tnks ya,dah ingetin aku untuk kembali kejalan ALLOH SWT,jalan yang bener,aku benar2 tidak tahu arah jalan,makasih ya dah tentramin hatiku.salam kenal,achank

4. Ruhaeni - July 8, 2009

Subhanallah,ternyata kiat tuk mencapai kebahagiaan tidaklah sulit jikalau ada kemauan dan ketulusan hati.terima kasih atas sajian bacaannya:-)

5. iskandar - December 1, 2009

saya suka artikel anda, tapi saya juga punya beberapa artikel sejenis ini silahkan di baca di blog say


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: