jump to navigation

Ketika ibadah terasa hambar January 24, 2009

Posted by puji in Islamic.
trackback

Mungkin sebagian kita pernah merasakan ketika melakukan ibadah terasa hambar, padahal seharusnya ibadah adalah suatu kenikmatan bagi seorang muslim.

Syaikh Al-bany dalam muqodimah kitab Shifat Shalat Nabi, belia berkata

Segala puji bagi Allah yang telah memfardhukan shalat atas hamba-hamba-Nya, dan memerintahkan untuk menegakannya dengan cara membaguskan pelaksanaanya, dan menggantungkan keselamatan dan kesuksesan pada kekhusyuan shalat.

Subhanalllah.., sebagian orang mungkin menganggap bahwa kewajiban shalat merupakan beban, tetapi dikatakan oleh Syaikh Al-Bany sebagai sebagai sesuatu yang perlu disyukuri, hal ini karena ibadah tersebut kembalinya untuk kemaslahatan sang hamba.

Ibadah terasa hambar merupakan tanda sakitnya qolbu seseorang, nah , kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Apakah meninggalkan ibadah-ibadah yang terasa hambar, toh terasa hambar, tidak nikmat?

Dalam kajian beberapa waktu yang lalu, seorang ustadz menasehatkan bahwa ketika seseoarnag  melakukan ibadah tetapi terasa hambar, tidak nikmat, maka yang seharusnya adalah dengan terus mengerjakannya, bukan kemudian ditinggalkaan, yang dengan terus menerusnya kemudian iman berangsur-angsur naik dan kemudian dapat merasakan lezatnya ibadah. Terasa hambarnya ibadah, itu tanda bahwa qolbunya sakit. Sebagaimana badan yang sakit, walaupun diberi makanan yang enak-enak, tetap saja tidak selera makan, tidak dapat merasakan lezatnya makanan tersebut. Terasa tidak lezatnya makanan tersebut bukan karena makanannya yang nggak “mak nyuss”, tetapi memang badannnya yang sedang nggak beres, nah kalau kondisinya demikian, apakah mending tidak usah makan saja? Kalau tidak makan, justru bisa mengakibatkan sakitnya tambah parah, yang harus dilakukan adalah tetap makan walaupun tidak terasa lezat, lama kelamaan kondisi tubuhnya membaik dan kemudian dapat merasakan lezatnya makanan tersebut.

Jika seseorang berbuat dosa, maka akan timbul titik hitam dalam qalbunya, jika berbuat dosa lagi maka bertambahlah titik hitam tersebut. Jika dia  bertaubat maka hilanglah titik hitam tersebut.

Jika seseorang beramal shalih, maka itu juga akan menghapus kejelekan-kejelekannya

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk (Huud: 114)

Maka, jika kita banyak beramal shalih, maka semakin bersih qalbu kita sehingga kenikmatan ibadah insyaAllah akan dapat kita rasakan.

Wallahu a’lam

Comments»

1. Achmad Ramdhani Z - February 9, 2009

assalamu ‘alaikum wr.wb.
smoga dlm keadaan sehat…
iya bener pak, umumnya terasa hambarnya ibadah tatkala usai melakukan dosa, sekecil apapun itu, maka hal ini hendaknya segera bertaubat untuk kemudian mendapatkan kembali lezatnya ibadah. Lainnya misal, ketika hati lebih dominan untuk mengejar sesuatu yang sifatnya harta atau kedudukan duniawi, senantiasa dipikirkan sehingga sabar dan ikhlas sedikit demi sedikit mulai luntur, kadang hal spt ini muncul sebagai ujian godaan, untuk menyikapinya selalu tanamkan bahwa smua harta dan kedudukan di dunia hanya sebagai sarana untuk berbuat lebih sampai saat menjemput kematian yg khusnul khotimah,
Smoga Allah SWT meridhai kita smua, amin…

2. Achmad - April 18, 2009

Iya nih,… terkadang saya juga merasakan hal tersebut,….. merasa bawaanya spt buat dosa sj sepanjang hari,….. beberapa hal spt ada yg hilang,. atau entah lah,……… jadi seperti memulai dari 0 (nol) atu mungkin mengikis dari – (minus) hingga menjadi + (plus ) lagi.

semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan rahmat-Nya